Monday, March 14, 2011

Perempuan itu terbangun di tempat tidur berkelambu yang mewah dalam keadaan telanjang bulat. Dada silikonnya terkena sinar pagi hari. Saat ia mengerjapkan mata, di hadapannya dua orang pria mendekatinya. Mereka menjilati badannya lalu menikmati setiap jengkal tubuhnya. Perempuan itu merenguh. Mengaduh dan memberikan ekspresi sakit yang menagih. Entah itu tipuan atau ia benar menikmati. Badannya dibuat jungkir balik, digoyang dan rambutnya ditarik.  Selangkangannya dipermainkan seenak jidat dan pantatnya dipukul dan diremas. Kadang ia berteriak dan tak jarang meronta, tapi pria-pria tersebut malah semakin terangsang karenanya. Semua begitu melelahkannya sehingga sampai diakhir pergulatan ia hanya bisa tergeletak tak berdaya. Berpeluh keringat diantara genangan kental berwarna keputihan di badan dan wajahnya yang merah membara kelelahan.

Sesudah ini mereka akan kembali seperti biasa. Tertawa, bercanda dan berbicara seolah tak ada kisah barusan. Esok mereka akan bersama dalam permainan sesaat yang lainnya. Berdua, bertiga, berlima, terserah. Skenario apapun tak jadi masalah. Toh ini hanyalah tentang pemuasan konsumerisasi birahi semata.  Aku bahkan tidak mengerti mengapa mereka memilih jalan hidup yang mereka lalui ini. Tapi ah, persetan dengan itu semua. Sambil membayangkan uang masuk yang tentunya akan berlimpah, aku tersenyum dari balik kamera. Setelah puas, aku berteriak:

"Cut!"

3 comments:

  1. kereeeeen, tapi bacanya nanti ya. gwa nulis komen aja dulu :D

    ReplyDelete
  2. @iwa :P

    @ikra terimakasih aa' hehehe

    ReplyDelete